Strict Standards: EasyWatermark\Dashboard\Page and EasyWatermark\Traits\Hookable define the same property ($hooked) in the composition of EasyWatermark\Dashboard\Watermarks. This might be incompatible, to improve maintainability consider using accessor methods in traits instead. Class was composed in /home/datakepri/public_html/wp-content/plugins/easy-watermark/src/classes/Dashboard/Watermarks.php on line 61

Strict Standards: EasyWatermark\Dashboard\Page and EasyWatermark\Traits\Hookable define the same property ($pattern) in the composition of EasyWatermark\Dashboard\Watermarks. This might be incompatible, to improve maintainability consider using accessor methods in traits instead. Class was composed in /home/datakepri/public_html/wp-content/plugins/easy-watermark/src/classes/Dashboard/Watermarks.php on line 61

Strict Standards: EasyWatermark\Metaboxes\Metabox and EasyWatermark\Traits\Hookable define the same property ($hooked) in the composition of EasyWatermark\Metaboxes\WatermarkMetabox. This might be incompatible, to improve maintainability consider using accessor methods in traits instead. Class was composed in /home/datakepri/public_html/wp-content/plugins/easy-watermark/src/classes/Metaboxes/WatermarkMetabox.php on line 70

Strict Standards: EasyWatermark\Metaboxes\Metabox and EasyWatermark\Traits\Hookable define the same property ($pattern) in the composition of EasyWatermark\Metaboxes\WatermarkMetabox. This might be incompatible, to improve maintainability consider using accessor methods in traits instead. Class was composed in /home/datakepri/public_html/wp-content/plugins/easy-watermark/src/classes/Metaboxes/WatermarkMetabox.php on line 70

Strict Standards: EasyWatermark\Metaboxes\Metabox and EasyWatermark\Traits\Hookable define the same property ($hooked) in the composition of EasyWatermark\Metaboxes\Watermark\Preview. This might be incompatible, to improve maintainability consider using accessor methods in traits instead. Class was composed in /home/datakepri/public_html/wp-content/plugins/easy-watermark/src/classes/Metaboxes/Watermark/Preview.php on line 154

Strict Standards: EasyWatermark\Metaboxes\Metabox and EasyWatermark\Traits\Hookable define the same property ($pattern) in the composition of EasyWatermark\Metaboxes\Watermark\Preview. This might be incompatible, to improve maintainability consider using accessor methods in traits instead. Class was composed in /home/datakepri/public_html/wp-content/plugins/easy-watermark/src/classes/Metaboxes/Watermark/Preview.php on line 154
Sinyal Lambat, Raja Darmika : Sebaiknya Keluhan Disampaikan Melalui Call Center Operator

Sinyal Lambat, Raja Darmika : Sebaiknya Keluhan Disampaikan Melalui Call Center Operator

DK-NATUNA – Senin malam, 12 Juli 2021 tepat pukul 20:08 Wib, wartawan koranperbatasan.com menerima pesan singkat yang dikirim oleh Kepala Desa Sedanau Timur, Kecamatan Bunguran Batubi, Kabupaten Natuna, Tarmizi Ahmad.

Pesan yang dikirim melalui WhatsApp pribadi tersebut menyampaikan tentang buruknya jaringan telekomunikasi internet di Desa Sedanau Timur.

“Assalamu’alaikum, selamat malam Pak Johan, sekedar informasi bahwa jaringan internet di Desa Sedanau Timur sepertinya hilang timbul. Sudah berapa hari ini jangankan mau WhatsApp (WA) mau sms pun tidak bisa. Tolong dinaikkan,” tulis Tarmizi Ahmad.

Menanggapi informasi itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kabupaten Natuna, Raja Darmika, menjelaskan kehadiran diskominfo terkait jaringan yang dimaksud hanya sebatas penghubung antara masyarakat dengan pihak operator.

“Kalau kami bisa perbaiki, kami perbaiki. Namun punya siapa?, punya kementerian kominfo dan operator. Tetapi sejak di sini, saya inisiatif untuk respon cepat. Ada gangguan lapor ke orang telkomsel, ya operator. Selama ini seperti itu kami posisikan,” jelasnya menjawab koranperbatasan.com di Lantai I Kantor Inspektorat Natuna, Selasa, 13 Juli 2021.

Raja Darmika menerangkan, selama ini diskominfo sudah berupaya untuk dapat memperjuangkan beberapa daerah yang jaringannya terpantau kurang memuaskan. Seperti menghubungi pihak operator maupun kementerian kominfo.

“Sudah puas kami minta operator, telkomsel bahkan kementerian kominfo. Kami terus berjuang.  Lihat lah perkembanganya nanti, jadi tidak bisa serta merta gitu. Penduduk tidak sampai 400, kepingin tower berdiri disitu,” terangnya.

Sekarang lanjut Raja Darmika, kami tidak punya tanggungjawab untuk mensosialisasikan yang bukan menjadi kewenangan. Akan tetapi terus berbuat selagi bisa. Namun ada baiknya juga jika terdapat gangguan, keluhannya disampaikan melalui call center operator.

“Semakin sering laporkan gangguan ke pihak operator, itu semakin bagus sebenarnya. Terkait dengan gangguan kami hanya bisa membantu. Biasanya kami tahu itu operator telkomsel, kami tanyakan ke pihak telkomsel. Operatornya telkomsel tetapi towernya milik Bakti Kementerian Kominfo,” ungkapnya.

Lebih jauh Raja Darmika memastikan selama ini Diskominfo Natuna bersama pihak operator telkomsel maupun operator smartfren, dan XL bahkan sampai indosat tetap terus terjaga.

“Jadi pada saat-saat tertentu, memang diluar batas kemampuan kami. Kemudian jika mereka bertanya kapan akan diperbaiki, waduh susah juga kami mau jawab,” tuturnya.

Tetapi jika warga berharap agar sinyalnya menjadi bagus, solusinya jangan menggunakan VSAT.

“Itu sudah kita usulkan, karena selagi pakai VSAT maka sinyalnya menjadi seperti itu. Masyarakat sebut itu, sinyal kaleng-kaleng, 4G tapi mutar-mutar, jadi saya tidak tahu lagi,” tegasnya.

Raja Darmika mengaku bingung bahkan sempat berseloroh lalu bertanya kepada wartawan koranperbatasan.com.

“Bingung kita, kan itu, bisnis jadi susah juga, dan saya sempat juga menanyakan apa hak kita masyarakat menunutut itu harus bagus,” sebutnya.

Raja Darmika kembali mengingatkan bahwa diskominfo hanya sebatas menyampaikan saja, tidak bisa berbuat apa-apa. Kecuali, pihaknya yang melaksanakan pembangunan jaringan tersebut.

“Terus ketika jaringan itu rusak mau bergerak ingin ganti alatnya tidak ada, uang juga tidak ada. Terus terang, saya menganggap ini salah satu masalah yang harus kami selesaikan. Tidak ada sesuatu yang tidak bisa diselesaikan, cuma menunggu waktu saja,” pungkasnya.

Karena lanjut Raja Darmika, jumlah penduduk Natuna ini berapa lah, hanya sekitar 80 ribu, berbeda dengan daerah lain seperti di Batam yang jumlah penduduknya sudah mencapai 1,4 juta.

“Jumlahnya 14 kali lipat, wajar kalau setiap beberapa meter ada tower, kita 300 orang minta tower 4G tentu susah juga mereka mengoperasikan itu. Jadi saya melihat, upaya-upaya yang telah dilakukan itu, terus kita perjuangkan terutama untuk daerah-daerah yang sinyalnya tidak bagus,” tegasnya.

Raja darmika memastikan pada tahun ini Natuna mendapat sebanyak 17 BTS, mudah-mudahan jumlah tersebut juga mendapat tambahan dari operator lain.

“Rencananya ada 10 dari operator lain, mudah-mudahan semakin berkuranglah sinyal yang tidak baik itu,” tutupnya. (NA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *