Strict Standards: EasyWatermark\Dashboard\Page and EasyWatermark\Traits\Hookable define the same property ($hooked) in the composition of EasyWatermark\Dashboard\Watermarks. This might be incompatible, to improve maintainability consider using accessor methods in traits instead. Class was composed in /home/datakepri/public_html/wp-content/plugins/easy-watermark/src/classes/Dashboard/Watermarks.php on line 61

Strict Standards: EasyWatermark\Dashboard\Page and EasyWatermark\Traits\Hookable define the same property ($pattern) in the composition of EasyWatermark\Dashboard\Watermarks. This might be incompatible, to improve maintainability consider using accessor methods in traits instead. Class was composed in /home/datakepri/public_html/wp-content/plugins/easy-watermark/src/classes/Dashboard/Watermarks.php on line 61

Strict Standards: EasyWatermark\Metaboxes\Metabox and EasyWatermark\Traits\Hookable define the same property ($hooked) in the composition of EasyWatermark\Metaboxes\WatermarkMetabox. This might be incompatible, to improve maintainability consider using accessor methods in traits instead. Class was composed in /home/datakepri/public_html/wp-content/plugins/easy-watermark/src/classes/Metaboxes/WatermarkMetabox.php on line 70

Strict Standards: EasyWatermark\Metaboxes\Metabox and EasyWatermark\Traits\Hookable define the same property ($pattern) in the composition of EasyWatermark\Metaboxes\WatermarkMetabox. This might be incompatible, to improve maintainability consider using accessor methods in traits instead. Class was composed in /home/datakepri/public_html/wp-content/plugins/easy-watermark/src/classes/Metaboxes/WatermarkMetabox.php on line 70

Strict Standards: EasyWatermark\Metaboxes\Metabox and EasyWatermark\Traits\Hookable define the same property ($hooked) in the composition of EasyWatermark\Metaboxes\Watermark\Preview. This might be incompatible, to improve maintainability consider using accessor methods in traits instead. Class was composed in /home/datakepri/public_html/wp-content/plugins/easy-watermark/src/classes/Metaboxes/Watermark/Preview.php on line 154

Strict Standards: EasyWatermark\Metaboxes\Metabox and EasyWatermark\Traits\Hookable define the same property ($pattern) in the composition of EasyWatermark\Metaboxes\Watermark\Preview. This might be incompatible, to improve maintainability consider using accessor methods in traits instead. Class was composed in /home/datakepri/public_html/wp-content/plugins/easy-watermark/src/classes/Metaboxes/Watermark/Preview.php on line 154
Do’a Pedagang Keliling Pandemi Berakhir Cari Ekonomi Enak

Do’a Pedagang Keliling Pandemi Berakhir Cari Ekonomi Enak

DK-NATUNA – Petang itu, dikesunyian suasana Pantai Piwang, salah satu tempat keramaiann yang berada di Ranai, Ibu Kota Kabupaten Natuna. Terlihat sosok bapak bersepada motor duduk termenung. Ia adalah seorang penjual pentol bakso dan es keliling, bernama Lulut.

Dari jauh hingga dekat wajahnya tak seberapa telihat, karena sebagiannya tertutup masker. Pasalanya, di masa pandemi Covid-19 ini, semua orang diminta untuk mematuhi protokol kesehatan, salah satunya memakai masker.

Saat didatangi wartawan koranperbatasan.com, Lulut menyapa dengan ramah. “Beli apa mas,” katanya bertanya.

Sambil menyiapkan pesanan pentol, Lulut mengaku tidak keberatan untuk menjawab pertanyaan wartawan. “Saya berkeliling diseputaran Ranai Kota saja,” ujarnya mengawali cerita.

Dari pengangkuannya, ternyata Lulut baru saja dua hari memulai kembali aktifitas berjualan keliling. Aktivitasnya sempat terhenti sejak lebaran Idul Fitri, 13 Mei 2021 lalu.

“Saya berhenti karena sepi. Minyak motornya habis banyak, penghasilanpun berkurang,” imbuhnya.

Lulut menjelaskan bahwa dirinya sudah menekuni aktivitas berjualan keliling selama lima tahun. Dulu jumlah penghasilannya jauh lebih besar, karena jumlah pembeli yang bermaian dan keluar rumah tidak terbatas.

“Sekarang di masa pandemi Covid-19 orang yang datang bermain ke pantai dan keluar rumah dibatasi. Otomatis penjualan kelilingnya juga ikut susah. Selisih pendapatannya banyak sekali, separuhan lebih,” jelasnya.

Untuk pembeli lanjut Pak Lulut, itu dari semua kalangan. Mulai dari anak-anak, remaja, bahkan sampai orang tua. Namun, pada masa pandemi ini terkadang ketika ia meberkeliling, pintu rumah warga tertutup.

“Namanya juga lagi ada wabah. Pendapatan cukup untuk kebutuhan sehari-hari saja bersyukur,” tuturnya.

Diakhir cerita, Ia berharap masa pandemi Covid-19 cepat berlalu. “Jika pandemi berakhir, orang cari ekonomi enak. Kemana-mana tidak ada gangguan,” tutupnya. (NA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *