Warga Kampung Bulang Sepakat Tolak SMKN 3 Di Jadikan Rumah Singgah

Warga Kampung Bulang Sepakat Tolak SMKN 3 Di Jadikan Rumah Singgah

Warga Kampung Bulang Menolak Keberadaan Rumah Singgah COVID 19 Di SMKN 3

DK-Tanjungpinang– Salah satu langkah penanganan Covid-19 di Tanjung Pinang adalah dengan menyiapkan Rumah Singgah untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19. Sayangnya keberadaan Rumah Singgah ODP ini justru ditolak oleh seluruh warga setempat.

Rumah Singgah Covid-19 lokasinya dinilai berdekatan dengan pemukiman warga yakni Gedung Aula SMKN 3 Tanjung Pinang Provinsi Kepilauan Riau

“Menurut Wakil Pemuda RW 10 Bapak Rusman mengatakan” Kami menolak dengan tegas recana penggunaan gedung SMKN 3 dijadikan sebagai rumah isolasi pasien covid 19” tegasnya
Wakil Pemuda RW 10 Kp Bulang Bawah Rusman, menjelaskan masyarakat tidak bermaksud menghambat upaya pemerintah dalam mengatasi penyebaran Covid-19. Namun perlu dipikirkan dan diutamakan keselamatan warga.

“Kami menolak rencana Pemprov itu karena gedung SMKN 3 itu berada dekat di pemukiman warga. Sekalipun SMKN 3 aset pemerintah tapi sebaiknya Pemerintah carilah tempat lain yang jauh dari pemukiman warga,” ujarnya.

Penolakan yang sama juga dilakukan warga di sekitar RW 09 Romi yang rumahnya tepat didepan gedung SMKN 3 yang rencananya akan menjadi tempat pasien covid 19, mengaku sangat takut dan resah. ( 02 /07/2021)

Salah satu warga kampung bulang Mahadi alias adi wak mengungkapkan “Kalau gedung tersebut jadi lokasi RS Isolasi sangat berbahaya bagi kami dan anak-anak kami yang sering bermain di area tersebut. Sebab lokasinya berada di tengah permukiman masyarakat,” ujarnya.

Mahadi mengatakan, “pemerintah mestinya mempertimbangkan lagi penggunaan gedung SMKN 3 sebagai Rumah Singgah Covid-19.”
Ketika awak media ini ingin meminta tanggapan dari Ketua RW 10 beliau mengatakan no coment.

Kemudian awak media ini meminta keterangan dari Lurah Kampung Bulang Roni mejelaskan hasil rapat tadi pagi bersama RT/RW, Kapolsek Tanjung Pinang Timur dan masyarakat di dua RW tersebut, Roni menjelaskan kepada awak media ini, “masyarakat tetap bersikeras bahwa warga jelas-jelas menolak jika memang tempat ini bakal dijadikan RS Singgah ODP Covid-19. Tapi ini semua belum keputusan akhir karna harus menunggu penjelasan satgas covid 19 dari pemprov kepri,”tuturnya.

Sementara alat alat logistik seperti kasur dll untuk persiapan pasien covid 19 sudah di sediakan di gedung yang akan menjadi rumah isolasi orang dalam pemantauan ODP. ( Anes )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *