Oknum Lurah Cabul Di Tahan, Ketua Awas Kepri: Bila Perlu Di Kebiri

Oknum Lurah Cabul Di Tahan, Ketua Awas Kepri: Bila Perlu Di Kebiri

DK-Tanjungpinang-Polres Kota Tanjungpinang resmi menahan Lurah dan Ustad pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur, hal ini disampaikan oleh jajaran Polres Tanjungpinang saat konferensi pers yang berlangsung di Mapolres Tanjungpinang. Sabtu 29/05/2021.

Dalam konferensi pers, tampak hadir Kapolres Tanjungpinang, AKBP. Fernando., SH. S.Ik didampingi Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP. Rio Reza Parindra dan Kasi Humas Polres Tanjungpinang, Suprihadihantono.

Atas perbuatan para tersangka ditetapkan melanggar Pasal 82 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman minimal atau paling rendah 5 tahun dan paling lama 15 tahun.

Ditempat terpisah, Ketua Aliansi Wartawan Siber Kepri (Awas Kepri), Parlindungan Simanungkalit, meminta aparat penegak hukum untuk menjerat pelaku pencabulan anak dibawah umur dengan ancaman hukum maksimal, bila perlu diancam dengan hukuman pengebirian.

Ketua Awas Kepri

Foto Parlindungan Simanungkalit, Ketua Aliansi Wartawan Siber Kepri (Awas Kepri).

“Sebagaimana yang telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 70 Tahun 2020 tentang tatalaksana Kebiri serta UU RI No.17 Tahun 2016 tentang Penerapan Perpu No. 01 Tahun 2016 mengenai perubahan kedua atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak patut diterapkan  dengan ancaman pidana pokoknya maksimal seumur hidup,” Kata Parlin.

“Perbuatan yang dilakukan oleh oknum lurah dan guru ngaji, serta penjaga toko tersebut merupakan perbuatan kejahatan yang luar biasa bejat dan tidak bermoral, untuk itu sudah layak ancaman hukuman pengebirian dialamatkan ke pelaku,” Sambung Parlin.

Kepada oknum lurah tersebut, sudah selayaknya untuk dipecat, karena sudah sangt mencoreng citra pemerintah, lurah sebagai panutan malah memberikan contoh yang sangat tidak layak dan malah menjadi predator sex terhadap anak dibawah umur.

“Saya minta kepada Walikota Tanjungpinang, Bu. Rahma untuk segera memecat lurah tersebut, karena sudah mencoreng citra pemerintah,” tegasnya.

Dan kedepan menurut Parlin, agar Pemerintah Kota Tanjungpinang, dalam menentukan pejabat yang bersentuhan langsung dimasyarakat, seperti lurah terlebih dahulu dilakukan test psikologis dan jangan asal main tunjuk saja.(Hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *