BUMD Tanjungpinang Akui Baru Terima Surat Edaran Walikota Hari ini (27/4)

BUMD Tanjungpinang Akui Baru Terima Surat Edaran Walikota Hari ini (27/4)


DK-Tanjungpinang
– Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tanjungpinang menggelar razia penerapan protokol kesehatan di area kuliner potong lembu, Tanjungpinang pada Senin malam. (26/4)

Banyak pedagang area tersebut yang enggan untuk di bubarkan oleh Satpol PP terkait edaran walikota masalah pembatasan jam malam untuk pelaku usaha termasuk pelaku usaha kuliner. Karena seperti yang diberitakan sebelumnya oleh Media Kami pedagang diarea potong lembu mengakui belum pernah mendapat surat edaran terkait pembatasan jam usaha kuliner diatas pukul 10 malam (22.00 WIB).

Menanggapi hal tersebut media kami mencoba untuk mengonfirmasi langsung kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Tanjungpinang selaku pengelola pasar kuliner di area Potong Lembu. Langsung kami temui Direktur PT TMB (BUMD) Tanjungpinang yaitu Irwandy (27/4).

Irwandy kepada media ini menyampaikan bahwa mengakui baru (27/4) menerima Surat Edaran Walikota Tanjungpinang Nomor 331.1/479/6.2.03/2021 tentang Pengaturan Penerapan Protokol Kesehatan Pada Tempat Hiburan, Rumah Makan atau Sejenisnya Dan Masjid Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 H/2021 Dan Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019.

“ Iya kami baru menerima surat edaran Hari ini oleh staf kami sekitar pukul 09.00 Wib tadi (27/4) diantarkan oleh Satpol PP ke kantor kami” jelas Irwandy kepada media ini

Menanggapi surat edaran yang belum didapatkan oleh BUMD ini untuk di sebarluaskan kepada pedagang. Kemudian kami konfirmasi langsung kepada Kepala Satpol PP Kota Tanjungpinang (Ahmad Yani)

Ahmad Yani (Kasat Pol PP Tanjungpinang)

Pria lulusan doktor ini mengaku sudah menyampaikan kepada Fahmy (Direktur Utama BUMD Tanjungpinang) melalui What’s App pada 23 April lalu. “Akan tetapi akan dikirim Hard filenya pada senin karena kemaren pas hari sabtu utusan pak Fahmy tidak kunjung mengambil surat edaran ke Satpol PP”.

Kemudian Ketika Kami temui, Kasatpol PP mencoba menghubungi Fahmy dalam percakapan telefon.

Dalam telfon tersebut Fahmy mengakui baru menerima surat tersebut hari ini dan sedang diperbanyak di kantornya. “ kita baru terima hari ini, yang kemaren (soft file) dikirim tidak jelas (surat edaran tidak terbaca jelas), Segera disosialisasikan” jelasnya via seluler.(Hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *