Berdasarkan Reses Kami, Masyarakat Tanjungpinang Keluhkan Air Bersih

Berdasarkan Reses Kami, Masyarakat Tanjungpinang Keluhkan Air Bersih


Terkait permasalahan air bersih, ketiga Anggota DPRD Kepri Tidak Tinggal Diam

Tanjungpinang– Masyarakat Tanjungpinang akhir-akhir ini selalu mengeluh terkait permasalahan air bersih yang selalu di alami. Hal ini semakin parah jika kemarau melanda kota gurindam. Masyarakat terpaksa mengangkut air dari sumber air yang jauh dari rumah mereka.

Bahkan dikutip dari bentan.co.id Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tanjungpinang, Dedy Syufri Yusja mengatakan, banjir dan longsor di daerah perumahan disebabkan pihak developer yang membangun rumah di atas lahan resapan air. (4/1). Hal ini menyatakan bahwa Tanjungpinang semakin kekurangan daerah resapan air.

Terkait permasalahan air di Tanjungpinang ini Tiga anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau Dapil Tanjungpinang ternyata tidak diam atas permasalahan yang dialami masyarakat mereka. Mereka ialah Teddy Jun Askara, Lis Darmansyah dan Bobby Jayanto. Ketika selesainya paripurna di DPRD Provinsi Kepri mereka terlihat berdiskusi bertiga, terdengar mereka berbisik “Kasian Rakyat Menjerit”. Ternyata setelah dikonfirmasi mereka sedang mendiskusikan terkait permasalahan air di Tanjungpinang dan mencari jalan keluar atas permasalahan air di kota gurindam. Teddy Jun Askara dalam wawancaranya kepada awak media mengatakan bahwa “ itu hasil reses kami tadi , rata-rata saya bang bobby dan bang lis kami turun reses kemaren permasalahan air bersih. PDAM kita ini tidak bisa mengakomodir semua kebutuhan air di kota Tanjungpinang. Karena ada beberapa penyambungan untuk instalasi kerumah-kerumah itu anggarannnya masih nyantol di perkim tidak di PDAM sendiri makanya nanti kita minta di APBD Perubahan di rubah itu diminta bang lis dipisahkan lagi dibalikkan ke PDAM baru bisa PDAM merancang.”

Kemungkinan ketika ditanyai terkait pembangunan sumur bor,“terkait sumur bor itu berasal dari aspirasi kami tahun ini kami ada bangun 5 titik insyallah tahun depan 15 titik, jika ada yang mau boleh diusulkan. Karena kita memang melihat kesulitan air bersih itu paling tidak mengurangi beban masyarakat ” tutupnya.(Hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *