Pemko Tanjungpinang Apresiasi Bea Cukai Berhasil Tangkap Barang Ilegal Senilai Miliaran

Pemko Tanjungpinang Apresiasi Bea Cukai Berhasil Tangkap Barang Ilegal Senilai Miliaran

Tanjungpinang – Bea Cukai Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) memusnahkan barang milik negara (BMN) hasil tegahan tahun 2019 dan 2020, di komplek Bea dan Cukai, KM. 5, Kota Tanjungpinang, Rabu (3/3/2021).

“Pemusnahan terhadap barang tegahan 2019 dan 2020 ini sudah ditetapkan sebagai barang milik negara yang telah mendapatkan persetujuan dari kantor pelayanan kekayaan dan lelang Batam,” ucap Kepala Kantor Bea dan Cukai Tanjungpinang, M. Syahirul Alim.

Alim menyebutkan, barang yang dimusnahkan berupa 3.171.793 batang rokok, 726 botol dan 9.576 kaleng minuman mengandung ethil alkohol,19 unit sepeda dan scooter, serta barang lainnya seperti pakaian bekas, parfum, tas, sepatu, barang elektronik, pekakas, dan barang lainnya dengan nilia total sekitar Rp3,5 miliar.

“Potensi kerugian negara berupa bea masuk cukai dan pajak dalam rangka import yang harus dibayar atas barang tegahan ini sebesar Rp2,1 miliar,” ungkapnya

Kegiatan ini, lanjut Alim, merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban atas salah satu tugas bea dan cukai untuk melindungi masyarakat kita dari perlindungan barang ilegal yang babahaya bagi masyarakat dan menggangu stabilitas perekonomian nasional.

Lewat kegiatan ini, diharapkan dapat menimbulkan efek jera kepada para pelanggar dan pelaku usaha untuk mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan dengan menjalankan usaha secara legal.

“Ini merupakan aspek untuk menyukseskan program pemulihan ekonomi nasional, sehingga tercipta iklim usaha yang baik,” ucapnya.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota Tanjungpinang, Samsudi mengapresiasi langkah bea dan cukai terhadap pemunasnahan barang tegahan ini.

Menurut dia, hal ini adalah suatu langkah peningkatan ekonomi. Apabila sesuatu dijalankan sesuai regulasi terutama dalam peredaran ekonomi, maka investasi jelas.

“Harapan kita, investasi segera masuk ke provinsi Kepri, terutama kota Tanjungpinang. Karena investasi perlu regulasi dan ketetapan kepastian hukum. Semua investor pasti mengharapkan hal tersebut diberlakukan sama,” ucapnya.

Samsudi berharap kepastian hukum dalam berinvestasi dapat terus kita pertahankan. Hal ini, seiring dengan intruksi Presiden RI, Joko Widodo bahwa setiap pemda harus membuat kegiatan untuk pemulihan ekonomi dan kepastian investasi.

“Sehingga investasi baik asing maupun lokal dapat berkembang di daeeah. Sebab, investasi itu adalah salah satu sektor yang bisa membantu perekonomian pulih kembali. Kita harus optimis 2022 ekonomi kita kembali bangkit,” ujarnya.

Sementara, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Khusus Kepulauan RIau, Agus Yulianto menyampaikan bea dan cukai memiliki tiga tugas utama bagi negara yakni melaksanakan penerimaan negara melalui bea masuk dan cukai.

Kemudian, memfasilitasi perdagangan dan industri untuk menjamin investsi itu masuk dan lancar sehingga pergerakan ekonomi itu bisa mengangkat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Namun demikian, bea dan cukai tidak melupakan fungsi pengawasan terhadap barang yang dilarang atau dibatasi serta barang yang dapat mengganggu perekonomian, industri kesehatan masyarakat, dan mengancam keamanan negara.

“Itulah tugas utama yang kita lakukan. Kegiatan pemusnahan barang yang kita saksikan hari ini adalah bagian dari barang-barang tangkapan terkait dengan pengawasan yang dilakukan bea dan cukai,” tutupnya.

Pemusnahan barang tangkapan tersebut, dilakukan dengan cara digilas menggunakan alat berat, dibakar, dan dengan cara lainnya sampai barang-barang tersebut tidak mempunyai nilai ekonomis. (Hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *