BEM UIR Akui Pemkab Kuansing Sukses Tingkatkan Harga Karet Melalui Apkarkusi

BEM UIR Akui Pemkab Kuansing Sukses Tingkatkan Harga Karet Melalui Apkarkusi

Presiden Mahasiswa Universitas Islam Riau

DK-Riau-Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi dinilai berhasil meningkatkan harga karet petani.
Setelah sekian lama petani menjerit karena anjloknya harga getah karet.
Saking ambruknya harga karet bahkan sampai ketitik terendah sekitar antara Rp5000 sampai Rp6500 perkilogram

Salahsatu upaya yang dilakukan oleh Pemkab Kuansing untuk menaikan harga jual karet petani adalah dengan mendorong terbentuknya asosiasi petani karet.

Melalui Dinas Pertanian Kuansing, telah diprakarsai terbentuknya Asosiasi Petani Karet Kuansing (Apkarkusi).
Setelah Apkarkusi terbentuk, Dinas Pertanian mendorong masyarakat agar bergabung dalam Apkarkusi tersebut.

Dan hebatnya lagi, Kuantan Singingi telah diizinkan oleh Kementerian Perdagangan untuk menjadi tempat pasar lelang karet satu satunya di Pulau Sumatera. Dimana pemasarannya dengan sistem lelang dilaksanakan secara 4 s yaitu satu waktu, satu tempat, satu harga dan satu mutu.

Semenjak terbentuknya Apkarkusi dan pasar lelang di Kabupaten Kuansing, harga karet petani telah mengalami kenaikan yang signifikan.

Presiden Mahasiswa UIR, Novyanto mengakui keberhasilan Pemkab Kuansing selama ini untuk menggenjot harga karet petani. Ia menilai Pemkab Kuansing sukses meningkatkan harga karet petani melalui Apkarkusi dan ini merupakan sebuah terobosan program yang menguntungkan bagi masyarakat.

“Apalagi Kabupaten Kuansing sudah ditunjuk oleh kementerian perdagangan menjadi satu – satunya kabupaten di Provinsi Riau yang diberikan izin untuk melelang sendiri bahan olahan karet,” kata Presma UIR yang akrab disapa Boy.

Menurut Novyanto, dengan adanya pasar lelang ini, masyarakat di Kuansing akan lebih mudah memasarkan dan harganya akan lebih mahal ketimbang dijual ke tengkulak.

Presiden Mahasiswa UIR ini mengapresiasi upaya yang digagas oleh Bupati Mursini lalu itu demi untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi petani karet.

Ia menilai pantas, program program yang menyentuh seperti ini untuk diteruskan pada masa masa yang akan datang. Karena ini sangat bermamfaat dan memiliki dampak positif bagi perekonomian rakyat.

“Program ini sangat menyentuh bagi masyarakat kecil. Dan Pemkab Kuansing patut kita apresiasi, ” Tutur Mahasiswa Fakultas Ekonomi ini.

Melihat keberhasilan ini, kata Novyanto mestinya ditiru oleh seluruh kabupaten di Riau. Karena asosiasi yang digagas oleh Pemkab Kuansing ini sangat berpihak kepada petani gurem”, tutupnya.

Sekedar diketahui, harga Bokar pada lelang Apkarkusi Minggu lalu pertanggal 15 November 2020 berkisar Rp10. 256 perkilogram.

Sementara harga ditingkat tengkulak berkisar Rp6000 – Rp8000 ribu perkikogram.(Hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!