Aliansi Mahasiswa Galang Dana untuk Kuota Internet Siswa Tidak Mampu di Batam

DK-BATAM, (10/09) Sejak corona virus disease atau Covid-19 mewabah di wilayah Kepri, pemerintah daerah menerapkan belajar mengajar dari rumah secara online atau daring. Proses belajar untuk siswa SD, SMP dan SMA terpaksa dilakukan secara daring guna meminimalisir penyebaran Covid-19 di kalangan siswa dan masyarakat luas.

Namun tak sedikit pula wali siswa mengeluh, salah satunya ketersediaan kuota internet yang cukup untuk menunjang proses pembelajaran anak di tengah pandemi Covid-19 ini. Menyikapi keterbatasan ini, aliansi mahasiwa dari STAI Ibnu Sina, Unrika, UMRAH, UIN Sunan Kali Jaga, IAI Abdullah Said, IPMKOB-Pekanbaru, UIR dan Unri yang yang tergabung dalam Gerakan Peduli Pendidikan (GPP) Kota Batam melakukan gerakan.

Pergerakan dilakukan para mahasiswa dengan melakukan aksi penggalangan dana di jalan yang sudah berlangsung sejak akhir bulan Agustus 2020 lalu. Koordinator GPP Kota Batam Muhammad Rifai mengatakan kegiatan yang dilakukan merupakan gerakan yang terlahir melalui hati nurani, didasari dengan berbagai fenomena dan persoalan terutama yang berhubungan dengan bidang pendidikan di Kota Batam. “Kendala yang dihadapi siswa saat proses belajar daring adalah kuota internet, maka kami tergerak untuk melakukan penggalangan dana untuk membantu para siswa tersebut,” sebut Rifai, Kamis (10/09/2020).

Ia mengatakan, dana hasil penggalangan itu akan disalurkan ke siswa yang membutuhkan di beberapa tempat. Menurut kordinator GPP Kota Batam itu penggalangan dana ini sebagai gerakan dan bentuk subsidi silang, di mana yang memiliki kemampuan finansial lebih disubsidi ke masyarakat yang kurang mampu.

Rifai menuturkan, dana yang telah dikumpulkan pihaknya tersebut telah disalurkan kepada para siswa di beberapa tempat, yakni SD & SMP An-nahda Sekupang, SDN 010 Tiban Kampung, SDN 004 Tanjung Uma, SDN 003 & SDN 006 Sagulung.

banner 120x600