Mahasiwa Unri Kombinasikan Daun Sirih dan Jeruk Nipis Menjadi Handsanitiser

Mahasiwa Unri Kombinasikan Daun Sirih dan Jeruk Nipis Menjadi Handsanitiser

DKRiau-Penggunaan hand sanitizer merupakan salah satu langkah menekan persebaran covid-19. Penggunaan hand sanitizer ini sudah terbukti dapat membunuh virus dan kuman yang ada di tangan dengan sangat cepat. Akan tetapi kebutuhan hand sanitizer pada masa pandemic covid-19 saat ini sangat meningkat, sehingga hand sanitizer yang diproduksi oleh pabrik saat ini sangat sulit didapatkan, apabila didapatkan harganya relative lebih tinggi dari harga sebelum masa pandemic covid-19. Sehingga masyarakat enggan untuk membelinya karena harga yang relative lebih mahal tersebut.

Tim kukuerta relawan covid-19 Desa Bukit Damar, Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Rokan Hilir yang diketuai oleh Muh Arisandi (Kehutanan) yang beranggotakan Leni Anggraini (THP Faperta) dan Firda Nur Nadilla (Hubungan Internasional) berinsiatif membuat hand sanitizer yang berbahan dasar alami yang mudah ditemukan dan sudah teruji mampu menekan pertumbuhan bakteri, kuman, virus dan lain sebagainya dengan bahan alami seperti daun sirih dan jeruk nipis.
Daun sirih sejak dahulu dikenal sebgaia nati septik alami yang sangat mudah ditemukan baik itu di kota mauoun di desa. Sehingga penggunaan daun sirih sebagai hand sanitizer alami dan memiliki aroma yang khas sangat cocok digunakan.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Razak, Djamal, dan Revilla, (2013), jeruk nipis (Citrus aurantifolia Swingle) terbukti memiliki kemampuan dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus secara in vitro dalam beberapa konsentrasi yaitu 25%, 50%, 75%, dan 100%, dimana semakin tinggi konsentrasi jeruk nipis (Citrus aurantifolia Swingle) maka akan semakin baik daya hambatnya. Hasil ini menunjukkan bahwa jeruk nipis (Citrus aurantifolia Swingle) memiliki kandungan kimia seperti minyak atsiri dan fenol yang bersifat bakterisidal (Razak, et al., 2013). Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Nurdin, Munir, dan Setiabudi (2013) jeruk nipis (Citrus aurantifolia Swingle) mampu memberikan daya hambat pada pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis, dimana jeruk nipis (Citrus aurantifolia Swingle) memberikan daya hambat terbaik pada konsentrasi tertinggi yaitu 25% dalam percobaannya (Nurdin, et al., 2013).

Dengan perpaduan bahan alami seperti daun sirih dan jeruk nipis ini diharpakan dapat menjadi antiseptic alami yang sangat berkhasiat bagi masyarakat dan dapat dengan mudah untuk dibuat apabila sudah habis.(Hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!