Mahasiswa UNRI Bagikan Handsanitiser Alami Gratis di Bintan

Mahasiswa UNRI Bagikan Handsanitiser Alami Gratis di Bintan

Terapkan Protokoler Kesehatan, Tim Pengabdian Mahasiswa Universitas Riau (UNRI) Bagikan Handsanitizer Alami Gratis

DK-Bintan-Tim Pengabdian Mahasiswa Universitas Riau (UNRI) turun ke jalan, membagikan handsanitizer gratis kepada masyarakat Kecamatan Bintan Timur. Pembagian ini dilaksanakan pada hari Rabu (10/06/2020) pada pukul 16.30 WIB, bertempat di Taman Kota dan Kijang City Walk Kecamatan Bintan Timur. Handsanitizer ini merupakan produksi sendiri oleh Tim Pengabdian Mahasiswa Universitas Riau (UNRI) dengan menggunakan bahan alami yang ada disekitar.
Handsanitizer alami ini terbuat dari ekstrak daun sirih, aloevera, dan essential oil sebagai penambah aroma. Selain dari bahan yang mudah didapatkan, Handsanitizer berbahan baku daun sirih ini memiliki daya lawan mikroorganisme di telapak tangan sekitar 57%. Aloevera juga berfungsi sebagai pelembab agar kulit pada telapak tangan tidak kering, namun penggunaan aloevera secara berlebih juga tidak baik karena akan mengakibatkan gatal-gatal.
Masyarakat sangat antusias saat Tim Pengabdian Mahasiswa Universitas Riau (UNRI) membagikan handsanitizer. Salah satu pedagang kaki lima yang bernama yanto mengatakan sangat bersyukur dengan adanya pembagian handsanitizer secara gratis ini. Karena menurut beliau masyrakat kecamatan Bintan Timur ini sudah sangat longgar dalam menrapkan protokoler kesehatan, seperti tidak menggunakan masker dan tidak menjaga kebersihan tangan.

“Kami sangat terbantu dengan adanya handsanitizer gratis ini, setidaknya jika kami tidak sempat mencuci tangan, kami bisa menggunakan handsanitizer ini” ujarnya.

Tujuan dari pembagian handsanitizer ini adalah agar masyarakat selalu menjaga kebersihan dengan menggunakan handsanitizer sebagai pengganti cuci tangan. Fokus sasaran utama yang mendapatkan pembagian handsanitizer ini adalah para pedagang kaki lima yang berada di Taman Kota dan Kijang City Walk.
“menurut kami, pedagang kaki lima ini bisa menjadi contoh bagi masyrakat. Jika masyrakat itu melihat pedagang kaki lima bisa menerapkan protokoler kesehatan dengan baik dan benar, maka mereka dengan sendirinya akan terbuka hatinya untuk mengikuti pedagang itu dalam protokoler kesehatan” ujar opi selaku Tim Pengabdian Mahasiswa Universitas Riau (UNRI).(Hs)

Membagikan handsanitiser kepada pedagang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!