Pasar Murah Ricuh, Ketidaksiapan Pemko Tanjungpinang dalam Membantu Masyarakat Ditengah Pandemi Covid 19

DK-Tanjungpinang Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Tanjungpinang menggelar Pasar Murah, disaat puasa Ramadhan 1441 H dan di suasana ditengah dampak pandemi covid-19. Adapun pelaksanaan Pasar Murah itu sendiri bertempat di kantor kelurahan se- Kota Tanjungpinang dan Kantor Disperindag Tanjungpinang pada Senin (04/05), namun pada hari pertama pelaksanaan Pasar Murah ini kurang berjain baik dan nyaris ricuh, dikarenakan kekurangan paket sembako untuk dijual dengan alasan belum siap untuk distribusikan, setelah hampir terjadinya kericuhan tersebut pihak Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Tanjungpinang menjanjikan untuk menjual paket paket sembako pada hari Selasa (05/05) pukul 09:00 WIB.

Dari Pantauan Data Kepri, pada hari kedua pelaksanaan Pasar Murah Disperindag Tanjungpinang, terpantau sejak pukul 08:00 WIB, sudah banyak warga tanjungpinang yang hadir, untuk membeli paket sembako yang disediakan oleh pihak Disperindag Tanjungpinang, dan terlihat keanehan yang terdapat dikantor Disperindag Tanjungpinang yakni ditutupnya palang pintu masuk kantor tersebut, namun tetap ada yang pegawai yang lalu lalang masuk ke kantor melalui portal keluar, nah dikantor tersebut sudah bersiaga pula para pegawai dishub yang bersiap untuk mengatur lalu lintas dikarenakan cukup ramainya masyarakat yang ada di depan kantor Disperindag, setelah selang setengah jam tidak ada petugas yang berjaga di kantor tersebut, tidak seperti hari pertama yang mana ada pegawai Disperindag yang bertugas untuk menjaga stand pendaftaran untuk mendata calon pembeli paket sembako murah, justru pintu utama kantor tutup walau tidak dikunci, akhirnya masyarakat mulai berkumpul tepat di halaman kantor, banyak warga yang bertanya-tanya, setelah beberapa saat ada pegawai dishub dari dalam kantor muncul mengatakan kalau tidak tersedia paket sembako murah seperti yang dijanjikan pihak Disperindag Tanjungpinang pada hari sebelumnya. Lalu muncullah salah seorang pegawai Disperindag yang juga menjelaskan hal yang sama dengan yang disampaikan oleh aparat dishub, dimana keterangan pegawai tersebut memancing amarah warga yang berada dihalaman kantor Disperindag, malahan sampai ada warga yang tersulut emosinya dengan membanting trali pintu utama kantor Disperindag, yang akhirnya membuat aparat Dishub dan Satpol PP yang berjaga disekitaran kantor Disperindag meradang dengan melakukan tindakan untuk membubarkan massa yang berkumpul dihalaman kantor, banyak warga yang menyampaikan keluhannya, merasa dibohongi oleh pihak Disperindag Tanjungpinang, dikarenakan masyarakat dibuat kewalahan dan terbuang waktunya hanya karna paket sembako yang dijanjikan pada hari sebelumnya.

Pihak Disperindag mengatakan bahwa paket sembako murah itu sudah di distribusikan ke kantor kelurahan Se- Kota Tanjungpinang, namun apa daya masyarakat yang tinggal di beberapa kelurahan banyak mengeluh dikarenakan tiada paket sembako murah yang di sediakan oleh pihak Disperindag. Nah ini menunjukkan bahwa Pemerintah Kota tanjungpinang Belum sanggup untuk membantu masyarakat di tengah pandemic Covid-19.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *