PSBB Kacau, HMI Cabang Pekanbaru Angkat Bicara

PSBB Kacau, HMI Cabang Pekanbaru Angkat Bicara

DK-Pekanbaru Pemerintahan Kota Pekanbaru memutuskan memperpanjang masa PSBB mulai tanggal 1 sampai 14 Mei 2020.

Selama pelaksanaan PSBB periode pertama HMI cabang Pekanbaru menilai banyak kekurangan, dan terkesan Pemerintah Kota Pekanbaru setengah setengah dalam pelaksaan nya, hal ini di sampai oleh ketua umum HMI cabang Pekanbaru, Tommy Pradana Rezkondani Kepada media melalui whatsapp.

Tommy menyampakan ” Kami pikir Pemko sudah siap saat awal pelaksaan PSBB dengan regulasi yang tegas serta jaring pengaman sosial masyarakat yang matang, namun nyatanya dalam pelaksanakan banyak sekali masyarakat yang membutuhkan tidak mendapat bantuan sosial, dengan alasan tidak cukup atau nyasar”

Selain itu Tommy menilai anggaran yang digunakan Pemko tidak jelas arah nya, sebab jika untuk jaring pengaman sosial masyakat juga tidak terlalu terlihat pendistibusiannya, saat ini.

Tommy menyoroti Pada penetepan anggaran PSBB Pekanbaru sudah ditetapkan mendapatkan bantuan dari pemerintah provinsi sebanyak 115 miliyar dan bantuan beras dari pusat sebanyak 100 ton.

Deden Albanjari sekalu wasekum bidang Partisipasi pembangunan daerah mengatakan “kalau kita lihat jumlah kk yang menerima itu sebanyak 15 ribu paket sembako sementara data yg di rilis oleh dinas sosial ada sebanyak 40 ribu kk yg akan menerima bantuan tersebut terbagi menjadi 15 ribu golongan orang miskin dan 25 ribu tergolong rentan miskin, Untuk tahap awal ini jelas yang menerima hanya 15 ribu paket karna untuk yang 25 paket tersebut akan di bantu melalui program bantuan uang tunai yang akan di berikan pemerintah pusat ke daeraah, Tetapi yang jadi permasalah pada saat ini dari banyak nya jumlah KK yang tidak mendapatkan bantuan tersebut bahkan sudah terbentuk nya kelompok RT/RW yang menolak pembagian sembako dengan dalih data yang di berikan kepada pihak Walikota dengan apa yang di keluar kan Walikota tidak sesuai dan mereka beranggapan itu menjadi bomerang oleh setiap ketua RT dan RW tersebut.

Kemudian Tommy Mempertegas ” kami dari HMI Pekanbaru menuntut kepada pihak Walikota Pekanbaru:

1.Meminta Evaluasi PSBB tahap pertama agar untuk PSBB tahap kedua tidak menyengsarakan masyarakat.
2.Menuntut Walikota Pekanbaru segera menyelasaikan pembagian sembako anggaran tahap 1 kepada masyarakat Pekanbaru sebelum masuk pada pembagian sembako tahap 2
3. menuntut Walikota agara lebih peka dan peduli kepada masyratakatnya dalam kondisi covid 19
4 . Menuntut Walikota Pekanbaru agar transparasi mengenai anggaran penanggulangan covid 19 yang memakai anggran pendapatan Daerah Pekanbaru sebanyak 115 miliyar rupiah.

Kami HMI Cabang Pekanbaru akan terus mengawal pelaksaan PSBB ini terkait aspek hukum, anggaran, serta dampak ekonomi sosial yang harus di selesaikan pemko tanpa praktek KKN didalamnya.(Fjri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *