Hakim Putuskan Dokter Yusrizal Ditahan di Rutan Tanjungpinang

Hakim Putuskan Dokter Yusrizal Ditahan di Rutan Tanjungpinang

Dokter Yusrizal Syahputra (baju putih) dipeluk kerabatnya usai menjalani sidang perdana di PN Tanjungpinang. Hakim memutuskan terdakwa ditahan di Rutan Tanjungpinang. (foto:dwa)

TANJUNGPINANG, DK – Sidang perdana Dokter Yusrizal Syahputra, Sp.Og di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Selasa (30/4/2019) berakhir dengan putusan hakim agar terdakwa di tahan di Rutan Tanjungpinang.

Dokter Yusrizal Saputra, salah satu dokter di Rumah Sakit Raja Ahmad Thabib Tanjungpinang menjadi terdakwa karena menyuntik puluhan kali tubuh seorang bidan pada tanggal 10 Oktober 2018 lalu.

Ketua Majelis Hakim Admiral yang didampingi Hakim Anggota Iriati Khoirul Ummah dan Santonius Tambunan, memutuskan terdakwa Dokter Yusrizal Syahputra di tahan di Rutan Tanjungpinang untuk rasa keadilan.

“Apabila tidak di tahan, ditakutkan terdakwa akan mengulangi perbuatannya lagi karena terdakwa saat ini masih bertugas di rumah sakit, serta terdakwa dapat mempengaruhi saksi-saksi,” ujar Ketua Majelis Hakim Admiral yang memimpin sidang tersebut.

Usai sidang, terdakwa Dokter Yusrizal Syahputra menangis dan dipeluk kerabat yang menghadiri sidang dengan agenda pembacaan surat dakwaan. Terlihat ibu terdakwa memeluk anaknya dengan berlinang air mata sambil memberi semangat.

Saat ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Tanjungpinang, Dokter Yusrizal Syahputra menjalani penangguhan penahanan. Begitu juga saat berkasnya dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejari Tanjungpinang, dokter spesialis kandungan ini menjalani penahan kota dari tanggal 2 April 2019 dengan jaminan Direktur Rumah Sakit Ahmad Thabib Tanjungpinang, istri terdakwa dan orangtuanya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mona Amelia dalam sidang perdana hanya membacakan surat dakwaan serta melampirkan alat bukti, antara lain handphone samsung warna hitam, handphone merk oppo, apple 7 warna hitam, satu kotak obat-obatan, surat visum dari dokter.

Hakim Ketua kecewa saat JPU hanya mengagendakan pembacaan surat dakwaan tanpa menghadirkan saksi. Sidang dilanjutkan pada tanggal 14 Mei 2018 dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi. (Dwa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *