Menjelang Pilpres Terhitung 11 Hari Lagi

Menjelang Pilpres Terhitung 11 Hari Lagi

DK-Tidak terasa pemilihan presiden dan wakil presiden akan segera diselenggarakan pada tanggal 17 April 2019, tidak kurang 11 hari lagi. Pesta rakyat yang berlangsung 5 tahun sekali ini merupakan pesta yang ditungu-tunggu oleh masyarakat Indonesia. Apakah kursi presiden masih tetap diduduki oleh Jokowi? Atau Prabowo yang akan menggantikan dan meneruskan amanah rakyat Indonesia?

Pertanyaan seperti itu sejalan dengan semakin memanasnya pendukung dari masing-masing calon presiden dan wakil presiden. Yang sudah akrab kita dengar dengan sebutan ‘Cebong’ dan ‘Kampret’. Entah darimana julukan ini muncul yang pasti keberadaan mereka semakin ramai di tengah masyarakat semenjak pilpres tahun 2019 ini.

Seharusnya pesta rakyat ini menjadi momen paling indah yang harus dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Pasalnya perubahan 5 tahun kedepan sangat diharapkan dengan program-program yang sudah dibuat oleh masing-masing calon. Tentunya, kita mengharapkan 5 tahun kedepan masalah-masalah yang terjadi di negeri ini dapat terselesaikan. Seperti kesenjangan sosial, meningkatnya jumlah pengangguran, sedikitnya lapangan pekerjaan, dan minimnya pembinaan untuk menjadi pengusaha muda.

Ajang demokrasi ini seharusnya dijaga dan tidak dicoreng perbuatan yang merugikan paslon maupun negeri ini. Sebagai contoh, semakin bebasnya dalm menggunakan media sosial rombongan yang disebut cebong dan kampret terus ribut membanggakan paslon yang mereka dukung. Bahkan tidak sedikit yang saling fitnah, hujat dan menyebar berita hoax.

Hal semacam itulah yang akan memecah belah persatuan dan kesatuan NKRI. Kubu yang pertama menjelek-jelekkan kubu yang satu lagi, begitu sebaliknya. Jika kita lihat dua minggu sebelum pilpres. Situasi semakin memanas, terlebih di media sosail. Semua tidak mau ketinggalan informasi tentang paslon yang mereka dukung.

Sangat disayangkan apabila ada orang yang berteriak kencang, “Aku adalah cebong aku akan terus mendukung paslon jagoan ku”, kubu sebelah tentu tak mau kalah dia juga dengan bangga berteriak “Kami rombongan kampret, paslon kami akan menang telak atas mereka”. Tanpa mereka sadari hal tersebut akan menimbulkan perpecaahan. Tidak sedikit juga pendukung paslon yang tidak mengetahui kenapa dia harus mendukung paslon tersebut. Alias hanya ikut-ikut saja.

Berbeda pilihan itu merupakan hal yang wajar, tergantung hati dan nurani dalam melihat sosok pemimpin yang pantas memimpin Indonesia 5 tahun kedepan. Tidak muluk-muluk, banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan di negeri ini. Untuk itu mari sama-sama menjaga ketertiban dalam berdemokrasi. Tetap damai dan tidak terpecah belah. Karena sesuai dengan isi butir Pancasila yaitu sila ke 3 yang bunyinya persatuan Indonesia. Indonesia harus bersatu dalam mewujudkan cita-cita bangsa ini.
(Hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *