PERAN BANK INDONESIA DALAM STABILITAS  SISTEM KEUANGAN

PERAN BANK INDONESIA DALAM STABILITAS SISTEM KEUANGAN

Aulia Rahman (Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi UIN Suska Riau)

DK-Pekanbaru-Dalam kapasitasnya sebagai bank sentral, Bank Indonesia mempunyai satu tujuan tunggal, yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Kestabilan nilai rupiah ini mengandung dua aspek, yaitu kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa, serta kestabilan terhadap mata uang negara lain. Aspek pertama tercermin pada perkembangan laju inflasi, sementara aspek kedua tercermin pada perkembangan nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara lain.
Perumusan tujuan tunggal ini dimaksudkan untuk memperjelas sasaran yang harus dicapai Bank Indonesia serta batas-batas tanggung jawabnya. Dengan demikian tercapai atau tidaknya tujuan Bank Indonesia ini kelak akan dapat diukur dengan mudah. Tiga pilar utama untuk mencapai tujuan tersebut Bank Indonesia didukung oleh tiga pilar yang merupakan tiga bidang tugasnya. Ketiga bidang tugas tersebut perlu diintegrasi agar tujuan mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah dapat dicapai secara efektif dan efisien berikut tugas dan fungsi Bank Indonesia.
Melihat pengalaman selama ini bahwa setiap instabilitas atau krisis selalu membawa dampak kerugian yang besar, semua negara selalu berusaha melakukan upaya untuk mencegah jangan sampai krisis terjadi. Upaya menjaga stabilitas ini. menempatkan bank sentral pada posisi terdepan dalam upaya mencegah jangan sampai krisis terjadi. Peran dan tugas bank sentral sangat tergantung kepada bagaimana lingkungan politik dan ekonomi mempengaruhi peran dan tugas bank sentral. Namun demikian bank sentral pada umumnya mempunyai tiga tugas utama yang meliputi pengendalian moneter, pengaturan dan pengawasan perbankan, serta pengaturan sistem pembayaran. Dalam konteks bank sentral bertugas untuk pengendalian moneter maka bank sentral memiliki mandat untuk menjaga kestabilan harga nilai uang atau yang dikenal sebagai stabilitas moneter (monetary stability).
PERAN DAN TUGAS BANK INDONESIA
Rumusan pada UU No.23 Tahun 1999 itu merupakan pedoman yang dipakai Bank Indonesia dalam menetapkan misi dan visinya. Bank Indonesia. Misi Bank Indonesia adalah :
1. Menetapkan dan menjaga konsistensi, serta kejelasan tujuan organisas.
2 Memberikan referensi untuk perencanaan dan proses pengambilan keputusan.
Memperoleh komitmen para anggota Dewan Gubernur dan seluruh pegawai, melalui komunikasi yang jelas tentang tugas organisasi.Dan memperoleh dukungan dan pengertian dari pihak-pihak yang berkepentingan terhadap pelaksanaan tugas organisasi. Stabilitas moneter (monetary stability) didefinisikan sebagai setabilitas harga dimana perekonomian mengalami inflasi dalam jumlah yang relatif kecil yaitu 1-2% setahun berdasarkan data dari (Jurnal keungan dan perbankan, Vol 13. No3). Deflasi juga ancaman terhadap stabilitas moneter namun karena isu deflasi sangat jarang terjadi maka kurang menjadi perhatian. Tugas Bank Indonesia yaitu menjaga stabilitas nilai rupiah maka secara singkat merupakan upaya mengurangi inflasi menjadi dasar bagi pertumbuhan ekonomi jangka panjang yang berkelanjutan (sustainable economic growth). Pertumbuhan ekonomi menjadi isu global dan nasional saat ini secara politik penentu selalu menjalankan pertumbuhan ekonomi sebagai bukti keberhasilan dalam pembangunan.
Krisis keuangan merupakan suatu keniscayaan dan setelah globalisasi makin luas krisis akan terjadi dengan frekuensi yang lebih sering dengan biaya yang lebih luas. Dengan melihat pengalaman selama ini setiap instabilitas atau krisis selalu membawa dampak kerugian yang besar, semua negara selalu berusaha melakukan upaya untuk mencegah jangan sampai krisis terjadi. Misi Bank Indonesia yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah melalui pemeliharaan kestabilan moneter dan pengembangan kestabilan sistem keuangan untuk pembangunan nasional jangka panjang yang berkesinambungan.(AR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *