Ditpolair Polri Gagalkan Keberangkatan 24 TKI Illegal, Dua Tekong Diancam 10 Tahun Penjara

Ditpolair Polri Gagalkan Keberangkatan 24 TKI Illegal, Dua Tekong Diancam 10 Tahun Penjara

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S. Airlangga didampingi Dirpolairud Polda Kepri Kombes Pol Benyamin Sapta saat melakukan ekpos pengungkapan sindikat buruh migran yang akan dikirim ke Malaysia. (foto:dwa)

BATAM, DK – Polda Kepulauan Riau melakukan ekpos pengungkapan sebanyak 24 TKI illegal yang akan dikirim ke Malaysia bertempat di Pendopo Polda Kepri, Senin (19/11/2018). Hadir dalam ekpos tersebut Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Drs. S. Erlangga dan Dirpolairud Polda Kepri, Kombes Pol Benyamin Sapta, SIK.

Kombes S. Airlangga mengatakan terungkapnya rencana pengiriman 24 TKI illegal ke Malaysia bermula saat personel Kapal Polisi Baladewa 8002 Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri mengamankan satu unit speed boat yang di nakhodai oleh Y dan ABK (anak buah kapal) inisial OA di Teluk Mata Ikan, perairan Nongsa Batam pada hari Rabu tanggal 14 November 2018 sekitar pukul 23.00 wib

Saat diperiksa, speed boat tersebut membawa 24 orang pekerja migran Indonesia illegal yang akan diberangkatkan ke Malaysia tanpa selembar dokumen apapun. “Setelah didata, buruh migran tersebut terdiri dari 22 orang laki-laki dan 2 orang perempuan,” ujar Kombes Pol S. Airlangga

Adapun barang bukti yang diamankan diantaranya satu unit speed boat bermesin tempel merk Yamaha 2 X 200 PK. Sedangkan dua tersangka, yakni nahkoda dan ABK ditetapkan sebagai tersangka dan kini sudah ditahan.

Lebih lanjut perwira polisi dengan pangkat melati tiga ini mengatakan kedua tersangka dikenakan dengan pasal 81 jo pasal 69 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 Tahun dan denda paling banyak Rp. 15 Milyar. (Hum/Dwa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!