Klarifikasi Pengacara Dokter Yusrizal Saputra Terkait Kasus Penyuntikan Terhadap Bidan W

Klarifikasi Pengacara Dokter Yusrizal Saputra Terkait Kasus Penyuntikan Terhadap Bidan W

Urip Santoso SH (kiri) pengacara dr Yusrizal Saputra saat memberikan klarifikasi terkait kasus yang dialami kliennya. (foto:pri)

TANJUNGPINANG, DK – Terkait kasus penyuntikan sebanyak 56 kali yang dilakukan dr Yusrizal Saputra terhadap bidan W hingga berakhir dengan ditetapkannya dokter ahli kandungan tersebut sebagai tersangka oleh Satreskrim Polres Tanjungpinang mendapat tanggapan dan klarifikasi dari penasehat hukumnya Urip Santoso SH, Selasa (30/10/2018).

Urip Santoso SH mengatakan adapun tujuan klarifikasi tersebut untuk menjelaskan kepada masyarakat mengenai informasi yang selama ini beredar dianggap merugikan kliennya. Hadir juga dalam klarifikasi tersebut istri tersangka Mumtazah yang juga merupakan seorang dokter.

Lebih lanjut Urip Santoso SH mengatakan kejadian bermula saat kliennya mengirim chat ke grup WA klinik siapa yang berpengalaman memasang jarum infus, dimana kliennya ingin di suntik vitamin. Bidan W yang menjadi anggota grup tersebut bertanya kepada dr Yusrizal Saputra dirinya bisa membantu.

“Karena waktu itu sudah malam dan juga klien saya sedang menangani pasien, keinginan tersebut akhirnya dibatalkan. Klien saya minta besok saja dilakukan pemasangan infus,” ujar Urip Santoso SH kepada sejumlah wartawan.

Besoknya dr Yusrizal Saputra menjemput bidan W ke rumahnya untuk melakukan pemasangan infus sesuai dengan janji. Dilanjutkan Urip Santoso SH, saat bidan W melakukan pencarian pembuluh vena di tubuh kliennya berkali kali tidak ditemukan.

“Klien saya lalu menawarkan kepada bidan W kalau begitu coba dia dulu yan diberi vitamin C. Karena saat di dalam mobil klien saya sempat berbincang kepada bidan W menawarkan hal tersebut, ada saksi yang mendengarnya,” ujar Urip Santoso yang diamini istri dr Yusrizal Saputra.

Ditambahkan Urip Santoso SH, saat kliennya menyuntik bidan W dengan dosis vitamin C sebanyak 2 cc saat itu bidan W mengalami susah bernafas dan hilang kesadaran. Kliennya lalu mengambil tindakan medis sesuai kodek etik kedokteran, yakni dengan memeriksa denyut nadi bidan W.

Kliennya lalu kembali menyuntik bidan W dibagian kaki dan tangan dengan tujuan untuk melakukan penyelamatan kepada bidan W karena yang bersangkutan saat itu dalam kondisi tidak sadarkan diri. Suntikan yang dilakukan berkali-kali oleh dr Yusrizal Saputra karena saat itu tidak ditemukan pembuluh darah vena di kaki dan tangan bidan W.

“Jadi luka suntikan sebanyak 56 kali berdasarkan hasil visum itu merupakan luka bekas menggunakan alat abocath untuk mencari jalur darah vena. Luka suntikan itu bagi dunia medis sah-sah saja berdasarkan keterangan dokter ahli anestasi yang kita minta pendapat,” ujar Urip Santoso SH.

Dilanjutkan Urip Santoso SH, memang benar kliennya melakukan penyuntikan terhadap bidan W tapi kejadiannya tidak seperti yang saat ini beredar di masyarakat, dimana kliennya menyuntik bidan W sebanyak 56 kali.

Terkait kliennya sudah ditetapkan sebagai tersangka dengan UU tentang tenaga kesehatan, Urip Santoso SH mengatakan dirinya menyerahkan hal tersebut kepada penyidik. Pihaknya nanti akan menghadirkan saksi yang mengetahui kejadian tersebut serta ahli di bidangnya.

“Kami tidak keberatan dengan status klien saya yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, cuma menyayangkan karena tidak ada ada niat klien saya untuk mencelakai maupun mencederai bidan W. Apa yang dilakukkan klien saya untuk menyelamatkan bidan W yang sempat tidak sadarkan diri usai di suntik vitamin C. Selain itu klien saya belum pernah diperiksa sebelumnya oleh penyidik, tapi ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Urip Santoso SH

Lebih lanjut Urip Santoso SH sedikit mempertanyakan laporan yang dilakukan bidan W terhadap kliennya. Dimana kejadian terjadi pada hari Rabu dan baru dilaporkan pada hari Jumat. “Ada dua hari rentang waktu kejadian dan pelaporan,” ujar Urip Santoso SH dengan nada tanya. (Dwa/Pri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *