PERAN PEMUDA SEBAGAI UJUNG TOMBAK PERADABAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA

PERAN PEMUDA SEBAGAI UJUNG TOMBAK PERADABAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA

INDAH PURMASARI S.Pd (J’D)

Tanjungpinang DK – REFLEKSI SEMANGAT SUMPAH PEMUDA KE 90   (28 OKTOBER 1928 – 28 OKTOBER 2018)

Pada tanggal 28 Oktober 1928 kita memperingati Hari Sumpah Pemuda. Dalam hal ini, refleksi sejarah mencatat bahwa pada momentum tersebut merupakan salah satu tonggak bersatunya bangsa Indonesia. Catatan sejarah mengingatkan kembali, pada 90 tahun yang lalu betapa besar peran penting pemuda bagi ujung tombak peradaban Negara Kesatuan Republik Indonesia.
 Peristiwa penting yang melekat pada ingatan kita adalah “Peristiwa Rengasdengklok” pada tanggal 16 Agustus 1945. Ada beberapa orang pemuda yang terlibat dalam peristiwa tersebut yaitu dipimpin oleh Soekarni, Wikana serta Chairul yang segera menculik Soekarno-Hatta agar mendesak segera memplokmirkan Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun, peran pemuda pada saat itu tidak hanya sebatas itu.
Awal mula munculnya gerakan mahasiswa pada tahun 1966 merupakan awal kebangkitan gerakan mahasiswa secara nasional. Serangkaian demonstrasi dilakukan sehingga keluarlah Supersemar (Surat Perintah Sebelas Maret) menandai berakhirnya Orde Lama dan Awal mula munculnya orde baru. Munculnya orde baru pada tahun 1998, yang mana ada beberapa poin yang dilakukan mahasiswa yaitu ” Reformasi dan Wajib dihapusnya KKN. Selain itu, ada beberapa tindakan refresif yang dilakukan oleh mahasiswa yang mengakibatkan satu orang aktifis tewas dan Predisen Soeharto melepaskan jabatannya sekaligus ini merupakan berakhirnya Orde Baru menuju Reformasi.
Dari beberapa refeleksi sejarah diatas, kita masuk pada kondisi pada masa reformasi saat ini yaitu dari tahun 2000 sd sekarang. Ketika kita berbicara gerakan pemuda saat ini (pemuda milineal), sangat jauh sekali perkembangannya dengan masa orde lama. Gerakan dan peran pemuda sebagai agen of control pemerintah juga tidak sekencang dan sepesat dulu. Pemuda milienal lebih cendrung menerima segala informasi serba praktis dan instan. Mereka lebih akrab dengan media teknologi internet. Sehingga, Era Digital  lebih menina bobokan gerakan pemuda era kini. Peralihan fungsi perjuangan untuk menyuarakan aspirasi masyarakat seperti turun kejalan telah bergesar melalui media sosial yaitu FB, IG WA dan sebagainya. Hal demikian, lebih cendrung terlihat pemuda saat ini menyandang predikat  “Aktivis media sosial” ketimbang “Aktivis Jalanan”.  Bagaimana tawaran konsep dan solusi konkritnya?
Pertama, peran pemuda (milenials) memiliki peran sebagai innovator, agen of change dan promotor bangsa. Generasi millenials (pemuda)  yang harus berperan aktif dalam mengisi dan mengawal kemerdekaan. Kedua, pemuda saat ini harus mampu membaca tantangan dan peluang yang ada. Ketiga, pemuda saat ini harus memiliki nilai dan ideologi dalam berjuang dan memperjuangkan masyarakat. Keempat, pemuda millenial harus terus meningkatkan cinta tanah air dan bangsa.
Dari penjelasan diatas, kita memiliki gambaran bahwa pemuda saat ini harus benar-benar mempersiapkan potensi dan kualitas diri. Baik itu dari kematangan intelektual, emosional dll. Pemuda millenals harus dekat dengan beberapa aktifitas seperti Membaca, Menulis, Berdiskusi dan aksi. Merujuk dari kutipan Tan Malaka ” Idealisme adalah kemewahan terakhir yang dimiliki pemuda”. Serta, kutipan yang di ucapkan oleh Bapak Bangsa kita ” Berikan aku 10 pemuda, Niscaya aku akan mengguncang dunia. Sejalan dengan kutipan tersebut, untuk meyakini kembali makna dari sumpah pemuda penulis paparkan tiga poin bunyi dari isi teks sumpah pemuda yaitu.
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Kesimpulannya, dari penjelasan diatas Hakikat dan makna dari peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-90  ini tidak hanya sebatas kita pahami sebatas tekstual saja. Namun, sebaiknya diimplementasi makna dari teks sumpah pemuda itu, baik di lingkungan masyarakat ataupun kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, makna keseluruhan dari teks sumpah pemuda adalah digunakan sebagai pererat dan pemersatu Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan demikian, tergambar potret pemuda masa kini dan yang akan datang sebagai peradaban kemajuan bangsa Indonesia.
Sebagai pemuda atau generasi yang baik, kita harus jeli dalam melihat  tantangan bangsa ini kedepannya. Tantangan yang kita hadapi jauh lebih Lebih berat bukan lagi melawan serangan fisik dan senjata, melainkan datang dari bangsa itu sendiri. Oleh sebab itu, bangsa kita ini jangan mudah lengah,lemah, jauh tertinggal dan terprovokasi dengan hal-hal yang tidak terlalu berfaedah. Maju terus pemuda di Indonesia, gapai dan lukis masa depan cemerlang. Ditangan mu inilah masa depan bangsa Indoensia cerah, mari kita sambut generasi pascamillenial dari massa ke massa!
Penulis (INDAH PURMASARI S.Pd, Aktivis HMI Cabang Yogyakarta, eks. Ketua Umum BPL Yogyakarta Periode 2015-2016 dan PENGGIAT GENERASI ANTI NARKOTIKA NASIONAL TANJUNGPINANG)
Selamat Hari Sumpah Pemuda
ke – 90 tahun!
Bangkitlah semangatmu!
Bangkitlah darah juangmu!
Merdeka!
(J’D)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *