Gegara Uang 20 Ribu Untuk Beli Tuak, Doni Bonyok Dihajar Temannya

Gegara Uang 20 Ribu Untuk Beli Tuak, Doni Bonyok Dihajar Temannya

Korban Doni dan Rhoma saat memberikan kesaksiaan saat sidang di PN Tanjungpinang. (foto:dwa)

TANJUNGPINANG, DK – Gegara soal uang Rp. 20 ribu untuk beli tuak, empat orang sekawan yang awalnya berteman ini berakhir di Pengadilan Negeri Tanjungpinang. Adalah Mario Randi dan Okky Lukman menjadi terdakwa penganiayaan terhadap Doni Mahendra. Penganiayaan terjadi karena kedua terdakwa menuduh korban mengambil uang mereka sebesar Rp. 20 ribu yang rencananya akan dibelikan tuak.

Saat dilakukan sidang di PN Tannungpinang, Senin (10/9/2018) kronologis penganiayaan bermula saat dua terdakwa bersama korban dan saksi Rhoma Wirandi minuman tradisional jenis tuak di pelabuhan Roro Tanjunguban, Kamis 14 Juni 2018. Karena dianggap kurang, dua terdakwa memberikan uang Rp. 20 ribu kepada korban Doni dan Rhoma untuk membeli tuak.

Karena minuman tuak tersebut tidak ada, korban dan saksi tidak membelinya. Kedua terdakwa lalu menuduh korban telah mengambil uang mereka. Saat bertemu di rumah saksi Rhoma di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Tanjung Uban Kota, Kecamatan Bintan Utara, kedua terdakwa lalu melakukan penganiayaan terhadap Doni.

“Saya dikeroyok pak hakim, badan saya mereka injak-injak. Saya dibilang mengambil uang mereka, padahal bukan saya yang ambil. Saya minta mereka di hukum maksimal. Saya masih sakit hati dan dendam diperlakukan seperti ini,” ujar korban Doni.

Akibat perbuatan mereka, kedua terdakwa diancam pidana dalam pasal 170 ayat (1) KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara. Sidang akan dilanjutkan minggu depan untuk mendengar keterangan dua terdakwa. (Dwa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!