Selundupkan Mikol Dari Malaysia, Dua Spedboat Ditangkap DJBC Kepri

Selundupkan Mikol Dari Malaysia, Dua Spedboat Ditangkap DJBC Kepri

Spedboat yang menyelundupkan miras dari Malaysia yang ditangkap patroli DJBC Kepri di Tanjung Samak. (foto:humasdjbckepri)

TANJUNGPINANG, DK – Upaya penyelundupan minuman alkohol dari Malaysia ke Indonesia berhasil digagalkan patroli DJBC Kepulauan Riau. Berdasarkan informasi yang diterima dari Humas DJBC Kepri Refly Feller, kronologis penangkapan terjadi pada hari Minggu (29/7/2018) diperoleh informasi dari masyarakat bahwa ada kegiatan STS (ship to ship) di perairan antara Pulau Pisang dan Kukup Malaysia.

Atas informasi tersebut kemudian ditindak lanjuti pada pukul 23:00 WIB oleh satgas patroli BC 1305 dan BC 1105 yang melihat pergerakan 2 buah speedboat dan dilakukan pengejaran. Dalam pengejaran telah dilakukan instruksi kepada kedua HSC untuk berhenti menggunakan isyarat suara dan lampu police namun tidak diindahkan malah menambah kecepatan guna melarikan diri.

Selanjutnya dilakukan tembakan peringatan ke udara sebanyak 3 kali namun masih tetap tidak diindahkan. Pengejaran diteruskan kurang lebih 50 menit, sekitar pukul 23.50 WIB ditemukan salah satu HSC mengkandaskan diri ke hutan bakau di daerah Tanjung Samak, Kabupaten Meranti dengan terlebih dahulu muatannya dibuang ke laut. Setelah dilakukan pengejaran sekitar 2 jam, akhirnya target HSC kedua dapat ditemukan dalam kondisi dikandaskan disekitar perairan sungai Kampar.

Miras selundupan yang berhasil diamankan dari salah satu spedboat. (foto:humasdjbckepri)

Kedua HSC tersebut ditemukan tanpa ABK yang telah melarikan diri. Berkat bantuan petugas kepolisian yang bertugas di daerah Tanjung Samak, salah satu ABK kapal yang telah melarikan diri ke darat berhasil diketemukan dan sudah diserahterimakan kepada Bea dan Cukai.

“Saat berita ini kami sampaikan, proses penarikan HSC kedua dari hutan bakau belum sepenuhnya selesai, sedangkan HSC pertama dengan muatan berupa miras serta salah satu ABK-nya sudah dibawa ke Kanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau untuk di proses lebih lanjut,” Refly Feller. (Dwa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *