Harga Kacang Kedelai Naik, Pengrajin Tahu Tempe Menjerit

Harga Kacang Kedelai Naik, Pengrajin Tahu Tempe Menjerit

Soleh (baju putih) saat melakukan aktifitas pembuatan tahu dan tempe bersama karyawannya. (foto:dwa)

TANJUNGPINANG, DK – Usaha Tahu dan Tempe milik Pak Soleh, warga Jalan Jahan, Tanjungpinang dalam bulan-bulan ini mengalami penurunan omset. Hal itu dikarenakan bahan baku untuk membuat Tahu dan Tempe, yaitu kacang kedelai mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Harga kacang kedelai ukuran 50 kilogram merek Kunci Mas yang dulunya seharga Rp. 360 ribu kini menjadi Rp. 420 ribu.

Ditemui di rumahnya yang juga sebagai tempat pembuatan tahu tempe, Selasa (24/7/2018), Soleh mengatakan naiknya harga kacang kedelai membuat dirinya dan pengrajin tahu dan tempe lainnya di Tanjungpinang menjerit. Dampaknya omset para pengrajin tahu tempe menurun berkisar 30 persen.

“Naiknya setiap minggu berkisar Rp. 10 ribu per 50 kilogram. Terakhir harganya Rp. 420 ribu yang ukuran 50 kilogram. Kemungkinan dalam minggu-minggu ini akan naik lagi. Untuk saat ini saya belum berani menaikan harga, takut pelanggan berkurang. Agar bertahan saya rumahkan satu orang karyawan, tidak tahan mas dengan biaya operasional,” ujar pria yang merupakan generasi kedua yang menjalankan usaha tahu tempe ini.

Dikatakan Soleh, naiknya harga kacang kedelai diduga dampak dari melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika, karena kacang kedelai tersebut merupakan impor dari Malaysia. “Kacang kedelai ini datang dari Malaysia kalau dilihat dari kemasan karungnya. Kalau aslinya inin kedelai dari Amerika,” ujarnya lagi.

Dilanjutkan Soleh, untuk menaikan harga tahu tempe nanti akan dilakukan pertemuan seluruh pengrajin tahu tempe yang ada di Tanjungpinang. Dalam pertemuan itu akan diputuskan apakah harga jual tahu tempe dinaikan atau tidak. (Dwa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *