Tini Dibunuh Nasrun Usai Bertengkar Soal Kehamilan

Tini Dibunuh Nasrun Usai Bertengkar Soal Kehamilan

Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Laksidat Silalahi didampingi Kasatreskrim AKP Dwihatmoko Wiraseno saat melakukan konfrensi pers dilokasi kejadian pembunuhan Tini di Jalan TPA Ganet. (foto:dwa)

TANJUNGPINANG, DK – Teka teki motif pembunuhan terhadap Supartini alias Tini (37) terkuak dengan jelas saat konfrensi pers oleh Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Laksidat Silalahi dilokasi oembunuhan di Jalan TPA Ganet, Kamis (19/7/2018).

Adalah Nasrun Dj (58) yang merupakan pelaku tunggal pembunuhan terhadap janda satu anak tersebut. Tersangka yang merupakan Manajer PT Sinar Bodhi Cipta yang bergerak dibidang perumahan pernah menjadi atasan korban.

“Motif pembunuhan karena korban di hamili oleh tersangka dan korban minta tanggungjawab. Sempat terjadi keributan, tersangka lalu memukul bagian belakang kepala korban menggunakan kayu hingga menyebabkan korban meninggal ditempat,” ujar AKBP Ucok Laksidat Silalahi.

Dilanjutkan Kapolres, kronologis pembunuhan bermula pada hari Jumat (13/7/2018) malam tersangka Nasrun Dj menjemput korban di depan SD Teladan jalan Bakar Batu menggunakan mobil Toyota Rush. Lalu mereka menuju ke Jalan TPA Ganet yang merupakan kebun milik mertua tersangka. “Saat berada didalam mobil sudah terjadi pertengkaran antara mereka berdua soal kehamilan tersebut,” ujar Kapolres.

Saat berada dilokasi kejadian, kembali terjadi pertengkaran dimana korban merasa malu karena sudah hamil tapi tersangka tidak mau tanggungjawab. “Korban saat itu bilang lebih baik mati daripada menanggung malu. Korban juga sudah berupaya untuk menggugurkan kandungan tapi tidak bisa,” ujar Kapolres.

Akibat dari pertengkaran tersebut, tersangka emosi lalu melakukan penganiayaan hingga korban meninggal. Tersangka lalu memasukan tubuh korban kedalam karung dengan batu sebagai pemberat lalu dibawa ke jembatan Senggarang untuk dibuang. Karena saat itu ramai orang, tersangka lalu menuju ke jembatan III Dompak lalu jasad korban dibuang dan akhirnya ditemukan pada hari Minggu (25/7/2018).

“Tersangka akhirnya berhasil kita tangkap pada Hari Selasa saat akan melarikan diri. Dari alat bukti yang kita miliki semua mengarah kepada tersangka yang merupakan pelaku tunggal. Tersangka kita kenakan pasal 349 junto 338 tentang pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal hukuman mati,” ujar Kapolres. (Dwa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *