Wujudkan Tanjungpinang Sehat dari Tuberculosis dan Stunting

Wujudkan Tanjungpinang Sehat dari Tuberculosis dan Stunting

Raja Ariza foto bersama usai Rakerda Kesehatan Dasar yang diadakan oleh Dinkesdalduk KB Kota Tanjungpinang. 

Tanjungpinang, DK – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkesdalduk KB) Kota Tanjungpinang laksanakan Rapat Kerja Daerah Kesehatan Dasar di Aula Poltekes Kementrian Kesehatan Tanjungpinang, Senin (30/4).

Kegiatan ini dilaksanakan kali pertama semenjak berdirinya kota otonom Tanjungpinang ini bertujuan untuk mewujudkan Tanjungpinang menjadi kota sehat melalui percepatan eliminasi tuberculosis, penurunan dan penanganan stunting serta peningkatan cakupan serta mutu kesehatan.

Penjabat Walikota Tanjungpinang, Drs. Raja Ariza, MM, dalam kesempatan ini memberi ucapan terimakasih kepada Dinkesdalduk KB dan seluruh tenaga kesehatan yang ikut serta dalam mensukseskan atas capaian Kota Tanjungpinang sebagai terbaik peringkat pertama se-Indonesia dalam Capaian Kinerja Imunisasi yang diserahkan langsung oleh Menteri Kesehatan di Pandeglang, Banten.

Sembari membuka acara, Ariza berharap dengan rapat keja kesehatan dasar kesehatan ini program program prioritas kesehatan dapat lebih cepat menyentuh masyarakat karena peserta yang mengikuti adalah tenaga kesehatan, tenaga pendidik dan penggiat kesehatan yang ada di Kota Tanjungpinang.

“Saya berharap para tenaga kesehatan terus bersemangat mensosialisasikan program-program kesehatan melalui bina program keluarga harapan dan terus semangat untuk menggalakkan program pola hidup bersih dan sehat kepada masyarakat. Kita harus punya cita-cita dan tekad bahwa Tanjungpinang harus sehat. Semoga dapat terwujud,” jelasnya.

Kepala Dinkesdalduk KB Kota Tanjungpinang, Rustam, SKM, M.Si menjelaskan angka kesembuhan tubercolusis di Kota Tanjungpinang sudah mencapai 90%. Dan ia juga berharap masyarakat yang terkena Tubercolusis untuk patuh dan berobat secara rutin selama 6 bulan secara intensif.

“Meskipun waktu pengobatan TB mencapai 6 hingga 9 bulan namun masyarakat perlu berdisiplin dan konsisten dalam menjalankan pengobatan, harus total dan rajin melakukan cek kesehatan di puskesmas atau rumah sakit terdekat,” imbaunya.

Terkait penurunan kasus stunting, Rustam juga mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal dan hidup sehat dengan mengkomsumsi makanan beergizi seimbang terutama kepada anak-anak balita.

“Salah satu program pemerintah dalam hal kesehatan adalah pelaksanaan program keluarga harapan (PKH), khusunya untuk para ibu agar secara rutin untuk membawa anak-anaknya ke posyandu, melakukan imunisasi dan melakukan pola hidup bersih dan sehat serta memberikan asupan gizi yang bersih, beragam, seimbang dan aman kepada keluarganya,” tambah Rustam.

Pada acara tersebut dilakukan juga penandatanganan Pernyataan Komitmen Bersama Kegiatan Bidang Kesehatan dalam rangka Akselerasi Rencana Aksi Kota Tanjungpinang untuk percepatan eliminasi tubercolusis, penurunan stunting serta peningkatan cangkupan dan mutu imunisasi antara Kepala Dinkesdalduk KB dengan Kepala Bapelitbang, Kepala Dinas Pendidikan, Kemenag, Poltekes, Rumah Sakit, BPJS dan dinas tekait lainnya. (Hum/Pri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *