Pj. Walikota Tanjungpinang buka Kepri Marines Open Shooting

Pj. Walikota Tanjungpinang buka Kepri Marines Open Shooting

Pj. Walikota Tanjungpinang Raja Ariza saat mencoba menembak ketika membuka Kepri Marines Open Shooting. 

Tanjungpinang, DK – Penjabat Walikota Tanjungpinang, Drs. Raja Ariza, MM membuka secara resmi ajang Kepri Marines Open Shooting yang ditaja oleh Yonmarhanlan V di Lapangan Tembak Ciku, Sabtu pagi (21/4).

Raja Ariza sangat mengapresiasi kegiatan tersebut dengan harapan kegiatan ini bukan sekedar ajang kompetisi, namun sebagai ajang silaturahmi. “Apresiasi saya berikan kepada Yonmarhanlan V Tanjungpinang atas diselenggarakannya acara ini. Ajang ini sangat bagus, bukan hanya berkompetisi tapi sebagai ajang silaturahmi,” ungkapnya.

Ditambahkan Raja Ariza, menembak bukan hanya dilakukan oleh TNI saja tapi sudah menjadi olahraga yang bergengsi. “Olahraga menembak ini mendidik kita untuk memiliki semangat dan jiwa sportif yg tinggi. Selain itu mengasah kemampuan konsentrasi pada titik fokus tujuan serta sasaran kita,” jelasnya.

Sedikit bernostalgia, Ariza menceritakan pengalamannya sewaktu kecil tentang menembak. “Orangtua saya purnawirawan TNI, saya pernah bertanya pada waktu itu tentang menembak yaitu dalam menembak, apa yang paling penting, kata orang tua saya dalam menembak itu kita pakai istilah Nabitepi (Napas bidik tekan picu). Itu yang membuat saya selalu ingat agar bisa selalu berkonsentrasi setiap beraktivitas,” kenang Ariza.

Pada akhir sambutannya, Ariza menyampaikan harapannya terhadap olahraga menembak ini agar disosialisasikan kepada pelajar dan mahasiswa untuk pertahanan diri dan hal yang positif. “Saya harapkan olahraga menembak ini menjadi event tahunan, dan menjadi tugas Dispora Kota Tanjungpinang untuk mensosialisasikan olahraga ini kepada pelajar dan mahasiswa agar dipergunakan sebagaimana mestinya, digunakan untuk hal positif¬†seperti untuk mempertahankan diri,” tutup Raja Ariza. (Pri/Hum)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *