PLN Investasi Rp 721 Miliar untuk Listrik Riau dan Kepri

PLN Investasi Rp 721 Miliar untuk Listrik Riau dan Kepri

REPUBLIKA.CO.ID, NATUNA – PT Perusahaan Listrik Negara (PT PLN) mengucurkan dana sebesar Rp 721 miliar untuk mendatangkan 126 mesin pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD). “Ini nilai investasi yang lumayan besar, hampir mendekati Rp 1,0 triliun. Mesin ini akan kami distribusikan ke wilayah Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau,” jelas Manager Sumber Daya Manusia (SDM) dan Umum PT PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau, Dwi Suryo Abdullah, di Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (19/10).

Dwi menyatakan, Kepulauan Riau (Kepri) akan mendapatkan 84 unit mesin, sementara Riau hanya 42 mesin. Mesin di Kepri mampu menghasilkan energi listrik sebesar 45,5 megawatt (MW), sedangkan di Riau 35,8 MW. Jika dijumlahkan, kapasitas daya dari mesin tersebut mencapai 81,3 MW.

“Investasi sebesar Rp 721 miliar tersebut hanya untuk membeli atau mendatangkan mesin saja. Belum termasuk untuk investasi lainnya,” kata Dwi.

Menurut Dwi, pihaknya harus menyediakan 84 mesin di Kepulauan Riau untuk memasok listrik di 104 desa yang saat ini masih gelap. “Dari jumlah desa yang belum mendapatkan aliran listrik tersebut, kami menargetkan 33 desa sudah bisa terang hingga akhir tahun 2017 ini,” ungkap Dwi. “Kami mimpinya seperti itu sehingga bisa melistriki pulau-pulau yang belum dapat listrik.”

Sisa desa yang belum terang, menurut Dwi, akan dipasok listrik secara bertahap pada 2018 dan 2019. “Kami sebenarnya ingin mengejar pada tahun 2018 mendatang 100 persen desa yang belum mendapatkan listrik sudah terang. Ya, paling tidak pada 2019 kami sangat yakin semua desa di Kepulauan Riau dapat pasokan listrik,” tutur Dwi.

Wilayah di Kepri yang akan mendapat pasokan mesin PLTD, di antaranya Kabupaten Natuna, Kabupaten Anambas, Kabupaten Lingga, dan Kabupaten Karimun. Khusus di Kabupaten Natuna, mesin tersebut akan didistribusikan ke Selat Lampa  (kapasitas daya 5×1.000 KW), Pulau Midai (1×500 KW), Air Payang (3×500 KW), Sabang (2×500 KW), Pulau Tiga Barat  (3×500 KW), Pulau Sedanau (2×500 KW), Pulau Serasan (2x 500 KW), Klarik (1×500 KW), dan Pulau Subi (3×500 KW).

Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Natuna, Abdullah, menyatakan kehadiran listrik sangat penting bagi wilayahnya. Pihaknya membutuhkan kepastian pasokan listrik dari PLN untuk menawarkan investasi di berbagai bidang.

Apalagi, Presiden Joko Widodo sudah mencanangkan lima sektor yang harus terintegrasi di Kabupaten Natuna, yaitu sektor kelautan dan perikanan, pariwisata, minyak dan gas (migas/energi), lingkungan, serta pertahanan dan keamanan. “Lima sektor tersebut tentu membutuhkan pasokan listrik yang berkelanjutan. Pelaku bisnis dan industri juga menanyakannya,” ujar Abdullah.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *